Ia hanya lelah menjadi orang sabar dan baik hati.
Walau ia percaya bahwa kesabaran dan ketabahan akan membawanya ke jln yg lbh indah.
Tp apa yg dihadapinya memang berat.
Ak setuju bila ia menghentikan langkahnya dan berbalik arah.
Ia sdh terlalu rapuh dan rentan untuk berjalan, bisa2 ia sudah tiada dlm akhir perjalanan kesabaran dan ketabahannya itu.
Dan ak hanya bisa memberikan teh manis padanya, hanya itu juga yg ku miliki saat ini.
Karna saya punya perasaan. ;)
Inilah hidup dengan manusianya yang terus menerus berubah, tidak konsisten!
Tidak meyakinkan, tidak ada kepastian. Hidup dalam harapan semu dan kemunafikan. Egois.
Tidak ada kepercayaan pada orang lain. Hanya hidup meyakini diri sendiri. Hanya hidup untuk diri sendiri.
Hanya aku? Begitukah mksudnya?
Jgn salahkan orang lain.
Ubahlah diri sendiri.
Fokus pd yg diinginkan.
Berfikir positif.
Carilah cinta.
Tak ush bnyk berfikir.
Dan
Setelah semua dicoba dengan cara yg menyenangkan hati.
…
Pelan2 sj, lupakanlah.
Apakah saya sebodoh ini?
Dibuat berfikir pesimis oleh keadaan.
Mengapa masih saja sulit bagi sy, padahal sy mencoba mengubahnya.
Haa hidup ini pilihan yang sulit dimengerti.
Bkn ingin sy menjadi sebodoh ini tp mungkin ini yg sy pilih.
:[ maybe one more time in my life, i’ll understand and smiling.
Dan inilah yg terjadi, skrg sdh tak ada lgi yg peduli.
Diajarkan begitu, ya apa boleh buat jd bgitu.
Haha, bknkah sdh ku katakan akan sprti ini jadinya. Mengapa selalu tak percaya?
Siapa peduli. Terima saja dampaknya.
Huahhh, kesal rasanya bila memendam benci. Mereka meluap-luap megoyang-goyangkan perasaan. Saat mereka meledak semakin benci itu memakanku habis dan disaat ku tak lg tersisa, ak menyesal. Dan si kesal tak kunjung sj pergi
Hidupku bahagia dan semakin bahagia. Tanpa orang2 yg menyusahkanku, kini hidupku bahagia. Tanpa orang2 yg memperdayaku, hidupku semakin bahagia. Tanpa orang yang memberikan banyak teori tanpa peraktek. Hidup itu betapa bahagianya bila hati merasa tidak terbebani :)